Penggunaan Sorepa untuk partisi ballroom adalah pilihan yang sangat tepat dan bahkan dianggap sebagai “standar wajib” untuk hotel atau gedung pertemuan modern.
Karena “Sotrepa” kemungkinan besar adalah salah ketik dari Sorepa (Sound Reduce Partition), berikut adalah alasan teknis mengapa sistem ini menjadi solusi utama untuk ballroom, serta hal-hal spesifik yang perlu Anda perhatikan:
Mengapa Sorepa Ideal untuk Ballroom?
1. Isolasi Suara yang Tinggi (High STC) Tantangan utama ballroom adalah ketika satu ruangan besar dibagi dua: di sisi A ada seminar yang hening, di sisi B ada resepsi pernikahan dengan musik keras.
- Partisi Sorepa memiliki STC (Sound Transmission Class) yang tinggi, biasanya berkisar antara STC 40 hingga STC 55.
- Sistem mekanik jack di dalam panel akan menekan karet (seal) ke lantai dan rel atas secara rapat, sehingga tidak ada celah udara (air gap) bagi suara untuk bocor.
2. Tidak Merusak Lantai (Zero Floor Track) Ballroom sering kali menggunakan karpet mewah atau marmer.
- Sorepa menggunakan sistem rel gantung (top hanging). Beban sepenuhnya bertumpu pada struktur beton di langit-langit.
- Ini berarti lantai ballroom tetap mulus, tanpa rel yang bisa membuat tamu tersandung atau menghambat troli katering lewat.
3. Bisa Mengakomodasi Tinggi Ruangan (High Ceiling) Ballroom umumnya memiliki plafon yang tinggi (bisa 6 meter hingga 10 meter).
- Sorepa didesain dengan rangka baja yang kuat untuk menahan panel yang sangat tinggi dan berat tanpa melengkung atau goyang.
- Untuk ketinggian ekstrem, biasanya digunakan rel baja khusus (heavy duty track).
4. Estetika yang Mewah Panel Sorepa adalah “kanvas kosong” yang bisa dilapisi material apa saja.
- Untuk ballroom, biasanya panel dilapisi kain (fabric) dengan busa tipis (untuk menyerap gema), HPL motif kayu, atau wallpaper yang senada dengan desain interior dinding permanen ballroom.
Hal Teknis yang Harus Disiapkan di Ballroom
Jika Anda berencana memasang Sorepa di ballroom, ada 3 hal krusial yang harus disiapkan sejak tahap konstruksi:
- Struktur Penggantung (Steel Structure): Karena pintunya berat dan digantung, di atas plafon harus ada struktur besi (biasanya besi UNP atau WF) yang ditanam ke beton dak. Plafon gypsum biasa tidak akan kuat menahannya.
- Ruang Parkir (Stacking Bay): Saat ballroom dibuka penuh (plong), tumpukan pintu harus “disembunyikan”. Anda perlu mendesain stacking area atau ruang penyimpanan partisi agar tumpukan pintu tidak terlihat oleh tamu dan tidak memakan area acara.
- Sound Barrier di Atas Plafon: Seringkali orang memasang Sorepa mahal, tapi suara masih bocor lewat atas plafon. Pastikan ruang kosong antara plafon gantung dan dak beton juga disekat dengan tembok atau rockwool agar suara tidak melompati partisi.
Apakah Anda sedang dalam tahap pembangunan struktur ballroom, atau ingin mengganti partisi lama yang sudah rusak?

No responses yet